





























Hadeeth Cards
Da'wa cards that highlight great meanings from the noble prophetic hadiths in a simple style and attractive display that helps the Muslim to have a deeper understanding of his religion in an easy way
All
Dari 'Imrān bin Ḥuṣain -radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melihat seorang lelaki yang di tangannya ada gelang dari kuningan. Beliau bertanya, "Apa ini?" Orang itu menjawab, "Untuk menangkal penyakit ". Lantas beliau bersabda, "Lepaskan gelang itu, karena ia hanya akan menambah kelemahan pada dirimu. Sesungguhnya jika engkau meninggal dunia dan gelang itu masih ada di tubuhmu, maka engkau tidak akan beruntung selama-lamanya."
Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah - Diriwayatkan oleh AhmadImrān bin Huṣain -raḍiyallāhu 'anhumā- menuturkan kepada kita salah satu sikap Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dalam memerangi syirik dan menyelamatkan manusia darinya. Sikap tersebut ialah bahwa beliau melihat seorang lelaki mengenakan gelang yang terbuat dari kuningan. Lantas beliau bertanya kepada orang itu tentang alasannya memakai gelang itu?" Lelaki itu menjawab bahwa dia mengenakan gelang itu agar memeliharanya dari rasa sakit. Lantas beliau memerintahkannya agar segera melemparkannya, dan beliau memberitahunya bahwa gelang itu tidak akan memberinya manfaat, tetapi malah membahayakannya. Gelang itu hanya akan menambah penyakit pada orang yang memakainya. Lebih besar dari itu, apabila gelang itu terus-menerus (dipakai) sampai wafat, niscaya ia juga terhalang dari keberuntungan di akhirat.
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Apakah kalian tahu siapa orang yang bangkrut itu?" Para sahabat menjawab, "Orang yang bangkrut di tengah kami adalah orang yang tidak punya dirham dan harta benda." Lalu beliau bersabda, "Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari Kiamat dengan pahala salat, puasa dan zakat. Namun, ia datang dalam keadaan telah mencela si anu, menuduh si anu, memakan harta si anu, menumpahkan darah si anu, dan memukul si anu. Maka orang yang ini diberi sebagian dari kebaikannya dan orang ini juga diberi sebagian dari kebaikannya. Hingga jika semua kebaikannya habis padahal semua dosanya belum habis, diambillah kesalahan-kesalahan orang yang dizaliminya, lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia pun dilemparkan ke dalam neraka."
HR. MuslimNabi ﷺ bertanya kepada sahabat-sahabatnya: Apakah kalian tahu siapa orang yang bangkrut? Mereka menjawab: Orang yang bangkrut di tengah kami adalah yang tidak memiliki harta benda. Beliau bersabda: Orang yang bangkrut dari umatku kelak di hari Kiamat ialah orang yang datang membawa amal saleh seperti salat, puasa dan zakat. Tetapi, ia juga datang membawa dosa karena telah mencela dan mencaci si anu, menuduh si anu terkait kehormatannya, serta memukul dan menghinakan si anu. Maka orang yang ia zalimi diberikan dari kebaikannya. Jika hak-hak dan kezaliman yang dilakukannya belum habis sementara kabaikan-kebaikannya telah habis, maka diambillah dosa dari orang yang dizalimi lalu dimasukkan ke dalam catatan orang yang berbuat kezaliman, lalu ia dilemparkan dan dibuang ke neraka karena tidak lagi memiliki sisa kebaikan.
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidaklah seorang pemilik emas maupun perak yang tidak menunaikan zakatnya kecuali nanti ketika datang hari Kiamat akan dibuatkan untuknya lempengan-lempengan dari api, lalu lempengan itu dipanaskan di neraka Jahanam dan digunakan untuk menyetrika lambung, dahi, dan punggungnya. Setiap kali lempengan itu dingin, ia dipanaskan lagi untuknya. Itu terjadi pada hari Kiamat yang lama harinya setara dengan 50 ribu tahun, hingga perkara seluruh hamba diputuskan lalu orang itu mengetahui kelanjutan nasibnya; ke surga atau neraka." Ada yang bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana dengan (pemilik) unta?" Rasulullah ﷺ bersabda, "Begitu juga pemilik unta yang tidak menunaikan kewajibannya. Di antara kewajibannya ialah memerah susunya pada hari dibawa ke tempat minum. Ketika hari Kiamat tiba, ia dibaringkan di dataran yang luas dan rata di hadapan unta-unta itu dalam kondisi paling banyak dagingnya, tidak ada yang tertinggal walau satu anak unta pun. Kemudian unta-unta itu menginjaknya dengan kakinya dan menggigitnya dengan mulutnya. Setiap kali yang pertama berlalu, maka dibalikkan lagi kepadanya yang terakhir. Itu terjadi pada hari Kiamat yang lama harinya setara 50 ribu tahun, hingga perkara seluruh hamba diputuskan lalu orang itu mengetahui kelanjutan nasibnya; ke surga atau neraka." Ada yang bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana dengan (pemilik) sapi dan kambing?" Beliau bersabda, "Begitu juga pemilik sapi maupun kambing yang tidak menunaikan kewajibannya. Ketika hari Kiamat tiba, ia dibaringkan di dataran yang luas dan rata di hadapan semua sapi dan kambingnya yang dikumpulkan, tidak ada yang tertinggal seekor pun. Tidak ada yang tanduknya bengkok atau yang tidak bertanduk, dan tidak pula yang tanduknya patah. Semua menanduknya dengan tanduknya dan menginjaknya dengan telapak kakinya. Setiap kali yang pertama berlalu, maka dibalikkan lagi kepadanya yang terakhir. Itu terjadi pada hari Kiamat yang lama harinya setara dengan 50 ribu tahun, hingga perkara seluruh hamba diputuskan lalu orang itu mengetahui kelanjutan nasibnya; ke surga atau neraka." Ada yang bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana dengan (pemilik) kuda?" Beliau bersabda, "Kuda itu ada tiga macam: kuda yang menjadi dosa bagi pemiliknya, kuda yang menjadi pelindung bagi pemiliknya, dan kuda yang menjadi pahala bagi pemiliknya. Adapun kuda yang menjadi dosa bagi pemiliknya ialah orang yang menambat kudanya dengan maksud riya, menyombongkan diri, dan memusuhi pemeluk Islam. Itulah kuda yang menjadi dosa bagi pemiliknya. Adapun kuda yang menjadi pelindung bagi pemiliknya ialah orang yang menambat kudanya di jalan Allah kemudian ia tidak lupa hak Allah di punggung maupun lehernya. Itulah kuda yang menjadi pelindung bagi pemiliknya. Adapun kuda yang menjadi pahala bagi pemiliknya ialah orang yang menambat kudanya di jalan Allah di suatu padang rumput dan kebun untuk kepentingan orang Islam. Tidaklah kuda itu memakan sesuatu di padang rumput ataupun kebun tersebut melainkan akan dituliskan untuknya kebaikan sebanyak yang ia makan, dan dituliskan baginya kebaikan sebanyak kotoran dan kencingnya. Tidaklah talinya dilepas lalu ia berlari melewati satu atau dua bukit, melainkan akan dituliskan baginya kebaikan sebanyak jejak kaki dan kotorannya. Tidaklah pemiliknya membawanya melewati suatu sungai lalu kuda itu minum di sana, padahal ia tidak bermaksud memberinya minum, kecuali Allah akan tuliskan baginya kebaikan sebanyak yang ia minum."
Muttafaq 'alaihNabi ﷺ menerangkan beberapa jenis harta dan balasan orang yang tidak menunaikan zakatnya kelak di hari Kiamat, di antaranya: - Pertama: emas dan perak serta semua yang semisal keduanya, seperti harta dan barang dagangan; yaitu yang telah wajib zakat lalu zakatnya tidak ditunaikan. Kelak saat hari Kiamat, harta tersebut akan dilelehkan dan dituang dalam bentuk lempengan lalu dipanaskan di dalam neraka Jahanam dan digunakan untuk menyiksa pemiliknya. Lambung, muka, dan punggungnya disetrika dengannya. Setiap kali lempengan itu dingin, pemanasannya diulang lagi. Ia akan berlanjut di atas siksa seperti itu sepanjang hari Kiamat yang panjang harinya setara 50 ribu tahun hingga Allah memberi keputusan di tengah manusia, lalu ia dijadikan termasuk penghuni surga atau penghuni neraka. - Kedua: pemilik unta yang tidak menunaikan kewajiban zakat dan haknya, di antaranya memerah susunya untuk orang-orang miskin yang mendatanginya. Unta tersebut akan dihadirkan dalam keadaan besar dan gemuk serta dalam jumlah yang paling banyak. Pemiliknya akan dilemparkan dan dibentangkan kelak pada hari Kiamat di atas tanah yang luas dan rata, lalu unta-unta itu akan menginjaknya dengan kakinya dan menggigitnya dengan giginya. Setiap kali yang paling akhir telah lewat, dikembalikan lagi pada barisan paling pertama. Ia akan berlanjut di atas siksa seperti itu sepanjang hari Kiamat yang ukuran harinya setara 50 ribu tahun hingga Allah memberi keputusan di tengah manusia, lalu ia dijadikan termasuk penghuni surga atau penghuni neraka. - Ketiga: pemilik sapi dan kambing -termasuk domba- yang tidak menunaikan zakatnya yang diwajibkan. Sapi dan kambing itu akan dihadirkan dalam jumlah yang paling banyak, tidak kurang satu pun. Lantas pemiliknya dilemparkan dan dibentangkan kelak pada hari Kiamat di atas tanah yang luas nan rata. Tidak ada yang memiliki tanduk bengkok, yang tidak bertanduk, maupun yang tanduknya patah; semuanya dalam keadaan paling sempurna. Sapi-sapi dan kambing-kambing itu menanduknya dengan tanduknya dan menginjak-injaknya dengan kakinya. Setiap kali yang paling terakhir telah melewatinya, dikembalikan lagi kepadanya baris yang paling pertama. Ia akan lanjut di atas siksaan seperti itu sepanjang hari Kiamat yang ukuran harinya setara 50 ribu tahun, hingga Allah memutuskan perkara di antara manusia lalu ia diketahui termasuk penghuni surga atau penghuni neraka. - Keempat: pemilik kuda. Kuda itu sendiri terbagi menjadi tiga jenis, A. Kuda yang menjadi dosa bagi pemiliknya; yaitu kuda yang dijadikan sebagai objek berbuat riya, menyombongkan diri, dan memusuhi umat Islam. B. Kuda yang menjadi tameng bagi pemiliknya; yaitu yang digunakan untuk berjihad di jalan Allah, lalu ia berbuat baik padanya dengan diberi pakan dan semua kebutuhannya, termasuk menyediakannya pejantan. C. Kuda yang menjadi pahala bagi pemiliknya; yaitu yang disiapkan untuk berjihad di jalan Allah bagi umat Islam dengan digembalakan di padang rumput dan kebun. Tidaklah kuda itu makan kecuali akan dicatatkan baginya kebaikan sebanyak rumput yang dimakan; dicatatkan baginya kebaikan sebanyak kotoran dan air kencingnya. Tidaklah talinya diputus, yaitu tali tempat pengikatnya, lalu ia berlari dan melompat di tempat yang tinggi, kecuali akan dicatatkan baginya kebaikan sebanyak jejak dan kotorannya. Tidaklah pemiliknya membawanya melalui sebuah sungai, lalu kuda itu minum di sana, padahal dia tidak bermaksud memberinya minum, kecuali akan dicatatkan baginya kebaikan sebanyak air yang diminum. Kemudian beliau ﷺ ditanya tentang keledai, apakah sama dengan kuda? Beliau menjelaskan bahwa tidak ada syariat yang khusus turun tentang keledai kecuali satu ayat yang jarang ada kesamaannya. Ayat itu bersifat umum, mencakup semua jenis ketaatan dan kemaksiatan, yaitu firman Allah Ta'ala yang artinya: "Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat balasannya. Sebaliknya, siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, niscaya dia akan melihat balasannya pula." (QS. Az-Zalzalah: 7-8) Maka orang yang bekerja memelihara keledai dalam rangka ketaatan, ia akan mendapatkan pahalanya. Sebaliknya, orang yang mengerjakan kemaksiatan, ia akan mendapatkan siksanya. Hal itu mencakup seluruh amalan.
'Adiy bin Ḥātim -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidaklah ada salah seorang dari kalian kecuali Tuhannya akan berbicara kepadanya, tanpa ada seorang penerjemah pun sebagai perantara. Lalu dia melihat ke sebelah kanannya, tidak ada yang dia lihat kecuali amal yang telah dia kerjakan. Dia melihat ke sisi kirinya, tidak ada yang dia lihat kecuali amal yang telah dia kerjakan. Dia melihat ke depannya, tidak ada yang dia lihat kecuali neraka di hadapan mukanya. Maka berlindunglah dari neraka walaupun dengan bersedekah setengah butir kurma."
Muttafaq 'alaihNabi ﷺ mengabarkan bahwa setiap mukmin akan berdiri satu-satu di hadapan Allah kelak pada hari Kiamat. Allah Ta'ala akan berbicara kepadanya tanpa perantara dan tanpa seorang penerjemah yang akan menerjemahkan ucapan antara keduanya. Disebabkan karena cemas, ia lalu melihat ke sisi kanan dan kiri dengan harapan menemukan jalan melarikan diri untuk mendapatkan keselamatan dari api neraka yang ada di hadapannya. Ketika melihat ke sebelah kanan, ia tidak melihat kecuali amal saleh yang telah dikerjakannya. Ketika melihat ke sebelah kiri, ia tidak melihat kecuali amal buruk yang telah dilakukannya. Ketika melihat ke depan, ia tidak melihat kecuali api neraka. Ia tidak mungkin berbelok untuk menghindarinya karena ia harus berjalan di atas ṣirāṭ (jembatan). Kemudian beliau ﷺ bersabda: Buatlah pelindung antara kalian dan neraka dengan sedekah dan amal kebajikan, walaupun dengan sesuatu yang kecil seperti setengah butir kurma.
'Uqbah bin Āmir Al-Juhani -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ didatangi oleh sekelompok orang, lalu beliau membaiat sembilan orang dan menolak satu orang. Mereka berkata, "Wahai Rasulullah, mengapa Anda membaiat sembilan orang saja dan meninggalkan yang satu ini?" Beliau menjawab, " Karena dia mengenakan jimat." Lantas laki-laki itu memasukkan tangannya dan memotong jimat tersebut, lalu beliau membaiatnya, sambil berkata, "Siapa pun yang menggantung jimat, maka ia telah berbuat syirik."
HR. AhmadAda sekelompok orang datang menemui Nabi ﷺ, jumlah mereka sepuluh orang, lalu beliau membaiat sembilan orang di antara mereka untuk setia kepada ajaran Islam dan patuh, dan tidak membaiat orang kesepuluh. Ketika beliau ditanya tentang penyebabnya, beliau ﷺ mengatakan bahwa dia memakai jimat, yaitu sesuatu yang diikat atau digantung berupa manik-manik dan lainnya untuk menolak 'ain (pandangan jahat) atau keburukan. Lalu laki-laki tersebut memasukkan tangannya ke tempat jimat lalu memutusnya dan membuangnya. Lantas ketika itu Nabi ﷺ membaiatnya seraya bersabda memperingatkan terkait jimat dan menerangkan hukumnya: "Siapa yang menggantung jimat, ia telah berbuat kesyirikan."
Dari Ruwaifi', ia berkata, "Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda kepadaku, "Wahai Ruwaifi'! Bisa jadi kamu akan berumur panjang, karena itu, beritahukanlah kepada orang-orang bahwa siapa yang mengikat jenggotnya, atau memasang jimat, atau beristinja dengan kotoran binatang atau tulang, maka sesungguhnya Muhammad berlepas diri darinya."
Diriwayatkan oleh Nasā`i - Diriwayatkan oleh Abu Daud - Diriwayatkan oleh AhmadNabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengabarkan bahwa umur sahabat ini akan panjang hingga berjumpa dengan orang-orang yang menyalahi petunjuknya -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dalam urusan janggut, yaitu memperlebat dan merapikannya, justru ia mengabaikannya dalam bentuk yang menyerupai orang-orang non-Arab atau orang-orang kaya dan orang-orang yang larut (oleh keadaan). Atau mereka menjadikan akidah tauhid cacat dengan menggunakan berbagai media kesyirikan sehingga mereka memakai kalung-kalung (jimat) atau memakaikannya kepada binatang-binatangnya demi mencegah bahaya. Atau juga melakukan apa yang dilarang oleh Nabi berupa membersihkan tempat buang air dengan kotoran binatang dan tulang. Lantas Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- berpesan kepada sahabatnya agar menyampaikan kepada umat bahwa Nabinya berlepas diri dari orang yang melakukan sesuatu dari hal tersebut.
Dari Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā-, ia berkata, "Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa yang telah diterangkan kepada kalian."
Diriwayatkan oleh MuslimRasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengabarkan tentang titik permulaan penciptaan makhluk. Beliau menyebutkan bahwa para malaikat diciptakan dari cahaya karena itu mereka semua tidak bermaksiat kepada Allah dan tidak menyombongkan diri untuk beribadah kepada-Nya. Adapun jin diciptakan dari api. Karena itu, banyak jin yang disifati dengan kesembronoan, kesia-siaan dan permusuhan. Sedangkan Adam diciptakan sebagaimana yang telah diterangkan kepada kalian. Yaitu diciptakan dari tanah liat/lempung seperti tembikar. Sebab prosesnya dari tanah menjadi tanah liat/lempung lalu menjadi tembikar, maka dari sanalah Adam -'alaihissalām- diciptakan.
Dari Abu Umāmah -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', "Rabbku telah berjanji kepadaku bahwa Dia akan memasukkan sebanyak tujuh puluh ribu dari umatku ke dalam surga tanpa hisab dan tanpa siksaan. Bersama setiap seribu ada tujuh puluh ribu dan tiga tuangan dari limpahan Rabbku."
Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah - Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh AhmadNabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengabarkan kepada kita bahwa Allah telah berjanji kepadanya bahwa Dia akan memasukkan ke dalam surga sebanyak tujuh puluh orang dari umat ini tanpa hisab dan tanpa siksaan, dan akan memasukkan bersama setiap seribu orang sebanyak tujuh puluh ribu orang lainnya, dan Allah akan menggenggam dengan tangan-Nya yang mulia tiga genggaman dan memasukkan mereka ke surga.
Dari Ibnu Abbas -raḍiyallāhu 'anhumā- secara marfū', "Sesungguhnya kekerabatan adalah satu cabang dalam genggaman Allah Yang Maha Pengasih; Dia akan menyambungkan orang yang menyambungnya, dan memutuskan orang yang memutusnya."
Diriwayatkan oleh Ahmad"Ar-Raḥim" (kekerabatan) memiliki keterkaitan dengan Allah -'Azza wa Jalla-. Nama tersebut diambil dari nama-Nya "Ar-Raḥmān". Secara global hadis ini termasuk hadis-hadis sifat yang telah ditetapkan oleh para imam bahwa hadis seperti itu diperlakukan (dimaknai) sebagaimana adanya, dan mereka menolak orang yang menafikan keharusannya. Al-Hujzah (genggaman) termasuk sifat yang harus diimani tanpa taḥrīf (penyimpangan makna), ta'ṭīl (meniadakannya), takyīf (menanyakan bagaimana/kaifiyyah), dan tamṡīl (mempermisalkan/menyamakan dengan makhluk). Dengan demikian kita beriman bahwa "Ar-Raḥim" adalah kekerabatan yang dijadikan pegangan, dan sesungguhnya Allah akan menyambungkan orang yang menyambung kekerabatan. Orang yang memutus kekerabatannya dan tidak menyambungnya, maka Allah akan memutuskannya. Orang yang diputus oleh Allah kekerabatannya, maka dia termasuk orang yang diputus bersama musuh Allah, yaitu setan yang terusir dan terkutuk, meskipun manusia seluruhnya menginginkan untuk menyambung dan memberinya manfaat, hal itu tidak berguna baginya.